Bisnis menjadi salah satu cara yang bisa ditempuh untuk mencapai financial freedom. Bagi Anda yang ingin mulai usaha, salah satu sektor yang memiliki potensi keuntungan besar namun sering dilewatkan adalah bisnis ternak. Dengan populasi penduduk yang terus meningkat, maka permintaan produk hasil ternak sebagai bahan pangan juga cenderung terus mengalami peningkatan.
Ini menjadi latar belakang mengapa bisnis ternak menjadi patut dipertimbangkan, terutama bagi Anda yang memiliki lahan dan akses ke daerah pedesaan. Namun tentu saja, sebelumnya Anda harus menyiapkan modal untuk memulai bisnis hewan ternak. Anda bisa mulai menyiapkan dana yang dibutuhkan menabung atau berinvestasi dan mendapatkan return dari investasi deposito yang cukup untuk modal usaha.
Berapa Modal Bisnis Hewan Ternak?
Modal bisnis hewan ternak adalah salah satu komponen kunci yang harus ada sebelum Anda memutuskan untuk memulai bisnis ternak. Besarnya modal sangat bergantung pada skala usaha serta jenis hewan yang akan dibudidayakan. Ada beberapa komponen yang harus diperhitungkan dalam menentukan modal, berikut ini rinciannya untuk setiap jenis hewan ternak:
1. Ternak Sapi
Modal awal yang dibutuhkan sekitar Rp 264.000.000. Dana tersebut meliputi pembelian 10 ekor sapi Rp 100 juta, pembuatan kandang sekitar Rp 40 juta. Persediaan pakan dan perawatan untuk 6 bulan pertama Rp 90 juta. Jangan lupa untuk biaya tenaga kerja 6 bulan pertama Rp 24 juta. Anda juga harus menyediakan biaya tak terduga RP 10 juta untuk keperluan lain-lain selama 6 bulan.
2. Ternak Ayam Potong (Broiler) atau Kampung
Modal awal yang dibutuhkan untuk memulai ternak ayam broiler sama saja dengan ayam kampung, yaitu sebesar Rp 16.900.000 untuk 1000 ekor ayam. Biaya tersebut sudah mencakup kandang ternak Rp 5,3 juta, sewa lahan seluas 100m2 sekitar Rp 10 juta. Kemudian alat makan dan minum ternak budgetnya Rp 800 ribu dan alat pendukung lainnya Rp 800 ribu. Untuk biaya tenaga kerja tidak dihitung, jika Anda bisa mengurus hewan ternak secara mandiri.
3. Ikan Lele
Bagi Anda yang memiliki modal kecil, ternak lele bisa menjadi peluang yang sesuai karena hanya membutuhkan modal mulai Rp 5 juta saja tergantung skala usahanya. Biaya benih lele Rp 1 juta untuk 1000 ekor lele. Biaya kolam pemeliharaan Rp 2 juta. Kemudian biaya pakan selama 6 bulan Rp 2 juta.
Tips Memilih Hewan Ternak untuk Bisnis

Memilih jenis ternak adalah tahapan yang sangat penting karena setiap jenis hewan ternak memiliki karakteristik tersendiri. Potensi keuntungan dan tantangannya pun akan berbeda. Berikut ini beberapa rekomendasi hewan ternak yang bisa dipilih dengan berbagai pertimbangan:
1. Sapi Potong
Permintaan sapi potong tetap stabil, meskipun harganya terus naik tapi permintaan dari industri F7B dan rumah tangga tetap stabil. Hanya pada momen idul adha saja yang biasanya terjadi lonjakan luar biasa. Ternak sapi menguntungkan karena harga jualnya sangat tinggi dan margin keuntungannya besar. Sayangnya modal yang dibutuhkan cukup besar, serta Anda harus menyiapkan lahan yang cukup luas untuk beternak.
2. Ayam Broiler
Ayam adalah lauk hewani paling populer di Indonesia, sehingga permintaannya selalu tinggi. Keuntungan dari ternak ayam broiler adalah siklus panen yang cepat sehingga perputaran modal juga cepat. Namun sayangnya ayam rentan terhadap penyakit sehingga butuh perawatan intensif.
3. Kambing atau Domba
Permintaan kambing atau domba sangat tinggi di musim hari raya kurban. Harga jual kambing juga cukup tinggi dan mudah lebih mudah dipelihara sehingga lebih menguntungkan dibanding sapi. Namun perlu manajemen pakan yang baik untuk menghasilkan daging yang berkualitas.
4. Ikan Lele
Ikan lele adalah salah satu jenis ikan yang permintaan di pasarnya cukup tinggi terutama untuk resto dan warung. Lele adalah jenis ikan yang mudah dipelihara dan modal awal yang dibutuhkan relatif kecil. Lahan yang dibutuhkan untuk merawat lele juga tidak yang begitu besar, bahkan sekarang bisa ternak lele di dalam pot. Namun ternak lele membutuhkan kualitas air yang baik dan pakan yang tepat agar hasilnya maksimal.
5. Itik atau Bebek Petelur
Satu lagi jenis unggas yang cukup populer yaitu bebek atau itik. Permintaan daging bebek cukup tinggi untuk resto dan pasar tradisional. Dari sini Anda bisa memanen dua hasil yaitu daging dan telur. Bebek relatif mudah dipelihara sehingga tidak mengkhawatirkan. Anda harus menyiapkan kandang dan kolam serta lingkungan yang baik untuk memelihara bebek.
Memulai bisnis ternak memang membutuhkan modal yang tidak sedikit, tapi dengan perhitungan yang tepat dan strategi yang matang, potensi keuntungannya sangat menjanjikan. Bagi Anda yang serius ingin terjun ke dunia peternakan, sekarang saatnya merancang keuangan dengan lebih cerdas. Anda bisa memanfaatkan return dari investasi deposito di Aplikasi digibank by DBS sebagai dana awal untuk memulai bisnis ternak secara aman dan terencana. Yuk, wujudkan mimpi jadi pengusaha ternak sukses mulai dari sini!
Dengan modal kecil hanya mulai Rp1 juta saja, bunga yang ditawarkan kompetitif s.d 5% p.a. Dan tenornya fleksibel mulai 1 bulan. Semua bisa dilakukan secara online dengan akses 24/7 melalui aplikasi jadi tangkap momentumnya bersama Aplikasi digibank by DBS. Dapatkan jaminan keamanan dari LPS.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal Anda bisa diskusikan tren terkini untuk finansial Anda bersama tim ahli yang pro aktif dengan strategi yang terkurasi. Dengan menggunakan Aplikasi digibank by DBS anda akan mendapatkan panduan dari finansial advisor, notifikasi bahkan kelas edukasi yang sangat bermanfaat untuk Anda. Jadi cek segera informasi lengkap tentang investasi bersama Aplikasi digibank by DBS di sini.
